10 Provinsi Terkaya di Indonesia

Berikut 10 provinsi terkaya di Indonesia berdasarkan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku tahun 2025. PDRB per kapita menggambarkan rata-rata nilai ekonomi yang dihasilkan per penduduk, sehingga bukan berarti setiap warga memiliki penghasilan sebesar angka tersebut. Data BPS terakhir diperbarui 10 Maret 2026.

1. DKI Jakarta — Rp367,69 juta per kapita

Jakarta berada jauh di posisi pertama. Sebagai pusat pemerintahan, bisnis, keuangan, perdagangan, dan berbagai perusahaan besar nasional, aktivitas ekonomi Jakarta sangat terkonsentrasi dan menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi.

2. Kalimantan Timur — Rp208,33 juta per kapita

Kalimantan Timur memiliki kekuatan besar dari pertambangan, minyak, gas, dan batu bara. Aktivitas pembangunan serta posisi strategisnya sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara juga menjadi bagian penting perkembangan ekonomi daerah ini. PDRB total Kalimantan Timur pada 2025 mencapai Rp889,07 triliun.

3. Kalimantan Utara — Rp208,21 juta per kapita

Meski jumlah penduduknya relatif kecil, Kalimantan Utara memiliki aktivitas ekonomi bernilai tinggi dari sektor pertambangan, energi, perkebunan, dan industri berbasis sumber daya alam. Karena jumlah penduduk lebih sedikit, PDRB per kapitanya menjadi sangat tinggi.

4. Riau — Rp176,39 juta per kapita

Riau merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar di Sumatra. Kekuatannya berasal dari minyak dan gas, industri pengolahan, perkebunan kelapa sawit, serta perdagangan. Bahkan total PDRB Riau pada 2025 mencapai sekitar Rp1.201,38 triliun.

5. Kepulauan Riau — Rp172,46 juta per kapita

Kepulauan Riau memiliki posisi strategis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Kawasan industri Batam, aktivitas manufaktur, perdagangan internasional, pelabuhan, dan investasi asing menjadi mesin utama perekonomiannya.

6. Papua Barat — Rp139,21 juta per kapita

Kekayaan sumber daya alam menjadi salah satu faktor utama tingginya PDRB per kapita Papua Barat. Sektor pertambangan, migas, industri berbasis sumber daya alam, serta jumlah penduduk yang relatif sedikit membuat nilai ekonominya per penduduk cukup tinggi.

7. Sulawesi Tengah — Rp131,64 juta per kapita

Sulawesi Tengah mengalami perkembangan pesat berkat industri pengolahan mineral dan hilirisasi nikel, terutama di kawasan industri Morowali dan sekitarnya. Industri berbasis logam menjadi salah satu motor penting ekonomi provinsi ini.

8. Papua Tengah — Rp107,57 juta per kapita

Papua Tengah mempunyai potensi pertambangan yang sangat besar. Aktivitas pertambangan mineral bernilai tinggi membuat PDRB per kapitanya berada di jajaran atas nasional meskipun provinsi ini tergolong baru.

9. Maluku Utara — Rp97,26 juta per kapita

Maluku Utara berkembang cepat seiring ekspansi pertambangan dan industri pengolahan nikel. Investasi smelter dan hilirisasi mineral menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan nilai ekonomi daerah.

10. Jambi — Rp92,79 juta per kapita

Jambi menempati posisi kesepuluh dengan PDRB per kapita sekitar Rp92,79 juta. Ekonominya ditopang oleh pertambangan, perkebunan kelapa sawit dan karet, pertanian, perdagangan, serta industri pengolahan.

Kesimpulan

Menariknya, daftar provinsi terkaya tidak hanya didominasi Pulau Jawa. Daerah kaya sumber daya alam seperti Kalimantan Timur, Riau, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara justru mempunyai PDRB per kapita yang sangat tinggi. Sementara DKI Jakarta tetap berada di posisi teratas karena konsentrasi aktivitas bisnis, jasa, keuangan, dan perdagangan yang sangat besar.

Urutan 10 besar:
DKI Jakarta → Kalimantan Timur → Kalimantan Utara → Riau → Kepulauan Riau → Papua Barat → Sulawesi Tengah → Papua Tengah → Maluku Utara → Jambi.

Sumber utama: Badan Pusat Statistik (BPS), PDRB per Kapita ADHB menurut Provinsi Tahun 2025.

Author: AdminPintar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *